“Tana khögoe Jehowa, iwaö tödögoe, andö wa chönia oedöna-döna.”

Category Archives: Penginjilan

Tema                          : Melayani Orang Miskin

Pengkhotbah             : Ev. Ria Pasaribu

Nats Alkitab               : Kisah 6:1-7

1Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. 2Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja. 3Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, 4dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.” 5Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat, lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. 6Mereka itu dihadapkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itupun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. 7Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. (Kisah 6:1-7)

Peristiwa dalam Kisah 6:1-7 menceritakan tentang karya Roh Kudus bersama dengan rasul-rasul dan umat Tuhan. Kisah Para Rasul adalah peristiwa pekerjaan Kristus yang dilanjutkan oleh umat Allah. FF Bruce menyebut Kisah Para Rasul sebagai karya Allah dan orang percaya. Pekerjaan Kristus telah selesai tapi pekerjaan keselamatan terus dilaksanakan.

Dalam Kisah 1:8 berkata: ”Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Mengapa Allah mendatangkan Roh Kudus? Roh Kudus bukan hanya sekedar kekuatan (power), bukan “something (sesuatu)” melainkan “someone (sebuah pribadi)”. Roh Kudus datang untuk menguatkan (empower) orang percaya.

Dalam Yoh 5:17 dikatakan: “…Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.” Sangat jelas bahwa Allah terus bekerja sampai sekarang. Yesus juga bekerja. Orang-orang percaya bekerja dengan Tuhan. Sama seperti Yesus, orang percaya juga harus berkata: “Akupun bekerja sampai sekarang”.

Roh Kudus menyertai orang percaya, Dia memeteraikan kita menjadi anak Allah. Roh Kudus ada di dalam hati setiap orang percaya. Oleh karena itu, kita tidak mungkin duduk tenang, tetapi harus menjadi saksi Tuhan. Kita perlu bertanya apakah saya bersama-sama dengan Tuhan bekerja untuk dunia ini. Kadang orang melayani hanya untuk sementara saja seperti menjadi panitia Natal. Kita bisa bekerja sebagai pengurus atau bukan pengurus. Di sini digunakan kalimat Present Continuous Tense, kita bekerja terus-menerus sampai kita dipanggil oleh Tuhan.

Peristiwa pesawat Sukhoi (menabrak Gunung Salak dan menewaskan semua awak pesawat dan penumpangnya) membuat sebagian orang takut naik pesawat. Jangan takut mati karena jika kita masih ada PR dari Tuhan, kita tidak akan mati. Kadang gereja mengutamakan jumlah (jemaat) sehingga menggunakan cara-cara seperti perusahaan (dalam meningkatkan jumlah jemaat) seperti mengundang artis, dll. Jumlah bukanlah tujuan tetapi hasil dari pekerjaan. Bekerjalah supaya banyak orang mengalami Yesus.

Kemajuan kadang membuat kita stres (Kis 6:1). Bandingkan dengan Kisah 4, saat ada tantangan mereka berseru kepada Allah (ay 24), Itulah tanda orang percaya (the sign of believers). Apa yang membuat mereka sepakat untuk berdoa? Allah bisa menggunakan masalah-masalah untuk mendemonstrasikan kuasa-Nya yang luar biasa. Semakin besar jumlah jemaat, semakin banyak dibutuhkan orang yang bekerja. Kita harus dengan serius mempedulikan jemaat yang berkekurangan. Kita mengerti kebenaran dan saling memperhatikan. Di ayat 3 (Kis 6), yang dipilih bukan orang sembarangan tetapi tidak harus orang yang luar biasa. Yang dipilih adalah orang yang:

  1. terkenal baik
  2. yang penuh Roh
  3. yang berhikmat.

Ini yang dibangun oleh gereja: kekompakan, semua setuju melakukan misi Allah. Selanjutnya di ayat 7 dikatakan bahwa Firman Allah makin tersebar, jumlah murid makin bertambah banyak. Bahkan sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Apa mimpi kita sebagai jemaat atau gereja Tuhan? Kasih Allah disebar kemana-mana sehingga orang-orang miskin, yang menderita dekat di hati Tuhan. Dalam Ul 15:11: “Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu.”. Siapa yang paling banyak dilayani oleh Tuhan Yesus? ….Yang miskin, yang berdosa, dan yang susah. Pada waktu Yesus member makan kepada lebih dari 5000 orang, Yesus berkata kepada murid-Nya “Engkau harus member mereka makan”. Apa Yesus tidak tahu bahwa mereka (murid-Nya) tidak bisa member mereka makan? Bukan bisa atau tidak bisa tetapi kepedulian yang diinginkan oleh Tuhan Yesus. Tuhan tidak pernah menyuruh kita tanpa penyertaan-Nya.

Suatu kali seorang ibu yang pernah dijual bertemu dengan  belasan anak yang dijual dari suatu negara ke negara lain. Dia bekerja ke berbagai Negara untuk menolong anak-anak yang diperjualbelikan. Dia berkata kepada anak-anak itu; “Tuhan mencintai kalian” Anak-anak itu berkata: “Kalau Tuhan mencintai kami, mengapa kami dijual?” Ibu itu berkata: “Bukan Tuhan tidak mencintai kalian tapi gereja dan orang percaya diam (tidak berbuat apa-apa). Itu salah gereja / orang percaya, bukan salah Tuhan.

Marilah kita dengan rendah hati membagi berkat, memuliakan Tuhan.


KEBANGKITAN DAN MISI

 

Tema                         : Kebangkitan dan Misi

Pengkhotbah         : Pdt. Festus I. Gunawan

Nats Alkitab            : Mat 28:16-20

16Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepadamereka.17Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 18Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Di bulan April ada dua peristiwa yang kita peringati setiap tahun, Jumat Agung dan Paskah. Di bulan April juga diperingati hari Kartini, seorang tokoh wanita yang mencetuskan “emansipasi wanita”. Bukunya yang terkenal “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Dalam peristiwa Paskah, kita juga keluar dari gelap kepada terang. Tetapi ada yang terbali, dari terang kepada gelap.

Bulan April firman Tuhan tentang kebangkitan. Pdt. Lotnatigor dalam khotbahnya tiga minggu yang lalu berbicara tentang “Kebangkitan Yang Mengubahkan”. Minggu ini tentang “Kebangkitan dan Misi” merupakan kelanjutannya. Kebangkitan yang mengubahkan, Allah yang tidak berubah tetapi membuat perubahan. Karena pilihan yang keliru, manusia jatuh ke dalam dosa. Allah merubah kita yang hina menjadi mulia.

Kebangkitan dan misi tidak dapat dipisahkan. Matius 28 tekenal dengan sebutan “The Great Commission (Amanat Agung)”. Misi berkaitan dengan tugas / penugasan. Amanat Agung adalah penugasan yang agung karena yang menugaskan adalah Allah Yang Mahaagung. Hasil dari penugasan ini adalah sesuatu yang agung. Saudara dan saya adalah sebagai pelaksana Amanat Agung. Misi bukan bersifat sukarela dan bukan juga hanya untuk orang yang terpanggil melainkan tanggung jawab setiap orang percaya. Pekabaran Injil tidak bisa ditawar, misi bukanlah pilihan.

Mengapa Tuhan mengharuskan kita menjalankan Amanat Agung? Kalau Allah sudah melakukan perubahan, kita yang sudah diubahkan diutus untuk mengubahkan. Kita memiliki hak istimiwa diikutsertakan dalam karya keselamatan. Melayani Tuhan bukan dengan kekuatan diri-sendiri, harus tunduk dalam kehendak Allah. Ada yang menarik dalam Mat 28:18-20 Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Kita masuk dalam kuasa Kristus, kita menjalankan misi dengan kuasa itu.


Tema                          : Menjangkau dan Melayani Anak

Pengkhotbah             : Pdt. Karyanto Gunawan

Nats Alkitab               : Ul 6:6-7;  Ams 22:6

Dalam pelayanan misi gereja, ada sebuah lembaga yang mencetuskan gerakan Jendela 10/40. Jendela 10/40 adalah daerah di khatulistiwa, antara 10 derajat dan 40 derajat Lintang Utara, antara Afrika dan Asia Timur. Dalam wilayah ini terdapat 57 negara dengan populasi 3,6 milyar manusia, yang sama dengan 60% populasi manusia di dunia. Lembaga ini tergerak memperhatikan anak-anak.

Ada gerakan lain yang dinamakan Jendela 4/14, yaitu gerakan untuk memperhatikan anak-anak usia 4 tahun sampai dengan 14 tahun. Menurut data dari UNICEF (salah satu badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan pelayanan teknis, pembangunan kapasitas, advokasi, perumusan kebijakan, dan mempromosikan isu-isu mengenai anak):

  • Anak-anak di bawah usia 15 thn mencapai 2 miliar atau 1/3 jumlah seluruh penduduk dunia.
  • Di negara berkembang jumlah anak-anak adalah ½ dari seluruh populasi negara tersebut

Data tentang Indonesia:

  1. Negara terbesar ke-4 di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat.
  2. Negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia setelah India dan Amerika Serikat.
  3. Penduduk 2010: 237.566.323 jiwa.
  4. Penduduk di Pulau Jawa: 137.345.543 jiwa = jumlah penduduk negara terbesar ke-8.
  5. Sejak 2005: Tiap tahun ≈ 5 jt anak lahir  ≈ 1 negara Singapura.
  6. 2000 – 2010: 41,25 juta anak lahir.

Jika kekristenan di Indonesia sebesar 8,7%, maka jumlah anak-anak sebanyak 5,8 juta jiwa. Dalam sepuluh ke depan Negara Jepang dan Singapura bisa kehilangan generasi muda karena banyak penduduk yang tidak mau menikah. Generasi muda Indonesia memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin di Negara-negara ini. Namun selain pengetahuan, anak-anak memerlukan iman.

Jutaan anak di dunia menderita karena  kemiskinan, data menunjukkan bahwa:

  • ž  Lebih dari 90 juta anak balita menderita kelaparan dan gizi buruk.
  • 35.000 anak meninggal setiap hari dengan penyakit yang sebenarnya mudah dicegah.
  • 134 juta anak tidak mempunyai akses ke sekolah dan 360 juta anak buta huruf.
  • 15 juta anak menjadi yatim/piatu karena ortu meninggal akibat AIDS.
  • 4-5 juta anak terinfeksi HIV AIDS.

Anak-anak harus diajar untuk bersyukur karena anak-anak berada dalam bahaya konsumerisme. Anak-anak bisa mempengaruhi lingkungan tapi juga dapat dipengaruhi oleh lingkungannya. Kita tidak bisa mencegah anak-anak kita melakukan akses ke internet. Yang harus kita lakukan adalah membangun suatu sistem kehidupan yang takut akan Tuhan.

Blackberry dan Ipad adalah alat yang dapat digunakan untuk mengirim ayat Firman Tuhan, memberikan penghiburan namun bisa juga digunakan untuk hal-hal yang tidak benar. Anak-anak harus dibangun kesadarannya sehingga dapat melihat mana yang baik dan mana yang tidak baik.

Survey menunjukkan :

“Sekitar 85 % orang Kristen mengaku bahwa mereka mengambil keputusan terima Tuhan Yesus Kristus ketika berusia antara 4 sampai 14 tahun.  Lewat dari 14 tahun lebih sulit bagi seseorang untuk terima Tuhan Yesus Kristus.” (Jendela 4/14)

Lionel Hunt dalam bukunya “Handbook of Children Evangelism” mengatakan bahwa anak-anak:

86 % terima Tuhan Yesus sebelum usia 15 thn.

10 % terima Tuhan Yesus antara usia 15 dan 30 thn.

4 % terima Tuhan Yesus setelah usia 30 thn.

Anak-anak perlu fondasi yang kuat, antara lain melalui guru-guru Sekolah Minggu yang mengajar (firman Tuhan) setiap hari Minggu. Dalam mendidik anak-anak, perlu diperhatikan antara lain:

  1. Mulailah sejak dini. Amsal 22:6: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” Anak-anak membutuhkan pengajar yang perpengalaman dan memiliki pengetahuan tentang anak. Jangan menunggu sampai anak menjadi besar, tetapi mulailah sejak dini.
  2. Teladan orang tua. Ulangan 6:6: “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan” Keluaran 12:24: “Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu.” Sebelum memberikan pengajaran, orang tua harus terlebih dulu memperhatikan dan memegang perintah firman Tuhan. Ada pepatah Inggris yang mengatakan “Like Father Like Son”. Anak-anak belajar dari hidup kita sehari-hari.
  3. Berulang-ulang di setiap kesempatan. Ulangan 6:7: “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”. Dalam segala kesempatan, situasi, anak perlu diajak berbicara dan diberikan pengajaran. Pengulangan adalah dasar dari sebuah keterampilan.

Bagi setiap orang tua, marilah kita memberikan perhatian kepada anak-anak kita karena ancaman terhadap mereka begitu besar. Kita perlu waktu yang berkuantitas dan berkualitas untuk anak-anak kita. Perlu waktu untuk membangun anak-anak, perlu doa untuk anak-anak.


Tema                         : Manusia Sebagai Pribadi Yang Diciptakan

Pengkhotbah         : Pdt. Paulus Daun

Nats Alkitab            : Kej 1:27; Neh 9:6

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kej 1:27).

“Hanya Engkau adalah TUHAN! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepada-Mu.” (Neh 9:6).

Segala sesuatu yang ada di dunia, segala sesuatu yang ada di bumi, segala sesuatu yang ada di laut – diciptakan oleh Allah. Kejadian pasal 1 khusus membicarakan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Di antara makhluk ciptaan Allah, manusia adalah makhluk yang termulia, mengapa? Karena manusia memiliki kepribadian sehingga rasio yang dimiliki oleh manusia dapat mempertimbangkan segala sesuatu, merasakan segala sesuatu, memilih dan memutuskan segala sesuatu (kehendak).

Karena diciptakan oleh Allah, manusia perlu menggantungkan dirinya kepada Allah. Begitu melepaskan diri dari Allah, manusia tidak dapat hidup. Walau memiliki seluruh dunia, tidak menjamin manusia bisa mendapatkan kedamaian dan kesejahteraan. Damai dan sejahtera sejati ada di dalam Tuhan.

Teologi abad ke-4, Agustinus pernah berkata dalam doanya: “Ya Tuhan karena Engkau aku diciptakan dan oleh karena Engkau aku akan mendapat damai sejahtera sejati”. Doa ini benar-benar dialami oleh Agustinus. Agustinus adalah seorang yang pintar, menarik, dan fasih lidahnya. Dalam usianya yang masih muda, Agustinus telah menjadi dosen. Setiap kali mengajar, kelasnya pasti dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi. Agustinus mempelajari filsafat, agama Manicheanisme (Suatu bentuk Gnostik yang memandang Yesus sebagai mahluk sorgawi yang luput dari penderitaan dan diutus kepada Adam dan Hawa untuk mengajarkan jalan pembebasan dan mengingatkan mereka (khusus) tentang sensualitas, tapi tidak sepenuhnya berhasil), tapi dia kecewa karena tidak mendapatkan damai sejahtera. Sampai dia akhirnya bertemu dengan Yesus, barulah Agustinus mendapatkan damai sejahtera.

Kita memerlukan Tuhan dan bergantung kepada-Nya. Tatkala diciptakan, manusia tanpa dosa. Setelah menciptakan yang lain, Allah berkata bahwa semuanya itu baik tapi setelah menciptakan manusia, Allah melihat bahwa segala yang dijadikan-Nya itu sungguh amat baik (Kej 1:31). Walaupun diciptakan dengan tanpa dosa, tidak berarti manusia tidak bisa berbuat dosa. Manusia bisa berbuat dosa tapi kecenderungannya adalah berbuat baik. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa (Kej 3), status manusia menjadi berdosa. Sejak itu manusia cenderung berbuat dosa.

Kristus datang ke dalam dunia supaya kita diciptakan kembali menjadi ciptaan yang baru (2 Kor 5:17). Kita telah dibenarkan, namun bukan bearti kita tidak bisa berbuat dosa lagi. Setelah menjadi ciptaan yang baru, kecenderungan manusia untuk berbuat baik dan berbuat dosa sama besarnya. Dalam diri manusia ada dua kekuatan yang berusaha untuk saling mengalahkan: yang baik dan yang jahat. Paulus pernah berkata: “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini (Rom 7:24) ?” Dunia tidak semakin baik, sehingga kecenderungan untuk berbuat yang tidak baik bisa lebih besar. Oleh sebab itu kita perlu bergantung kepada Allah.

Menjelang naik ke sorga, Yesus berkata: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kis 1:8)”. Kata kuasa dalam bahasa Yunani adalah “dunamus” yang artinya kekuatan dan kuasa. “Kekuatan” untuk menghadapi masalah internal, sedangkan “kuasa” untuk menghadapi masalah eksternal.

Banyak orang Kristen yang egois, lebih mengutamakan kenikmatan diri daripada menyenangkan Allah. Walaupun kita sudah menerima keselamatan dari Allah sebagai anugerah dan kita dibenarkan namun kita perlu berjuang untuk bisa bergantung kepada Allah. Yesus ketika sebagai manusia, bisa jatuh ke dalam dosa. Dia dicobai oleh iblis dengan kekayaan tetapi Yesus menolak karena kuasa yang diperoleh dari atas.

Dunia semakin kacau karena tidak mengandalkan Tuhan, oleh sebab itu sebagai ciptaan, marilah kita hidup mengandalkan Tuhan.


Tema                         : DOA BERSAMA BAGI MISI

Pengkhotbah         : Ev. Ria Pasaribu

Nats Alkitab            : Kisah 4:23, 24, 31

 

Kisah Para Rasul adalah sebuah kitab yang luar biasa. Kitab ini sebagai starting point (titik awal) bagi pekerjaan penginjilan melalui para Rasul. Allah rindu dunia diselamatkan, manusia tidak binasa walaupun berdosa. Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Pada dasarnya kita semua adalah orang-orang yang harus dimurkai (Ef 2:3) tetapi Tuhan bersedia mendamaikan kita. Allah memiliki kasih Agape (Yunani: Agapao). Agape adalah kasih yang “meskipun”. Allah tetap mencintai meskipun kita berdosa.

Bagaimana keselamatan itu bisa sampai kepada dunia dengan penghuni sebanyak 7 milyar manusia? Dalam Mat 28 mengapa Yesus berkata: “… pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus…?” Kisah 1:8: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”. Injil harus sampai ke seluruh dunia karena ini adalah rencana Allah. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? (Roma 10:14).

Yesus belum datang kali yang kedua karena Injil belum disampaikan kepada seluruh dunia (Mat 24:14). Ada sekitar 2,5 milyar orang yang belum sekalipun mendengar tentang Injil. Ini adalah tanggung jawab gereja Tuhan. FF Bruce mengatakan: Kisah Para Rasul adalah peranan pekerjaan Roh Kudus dan Rasul-Rasul untuk keselamatan sampai ke seluruh dunia. Yang mempertobatkan adalah Roh Kudus, tugas kita adalah berbicara kepada mereka. Percaya atau tidak percaya, itu bukan bagian kita. Petrus dan Paulus berkhotbah, Roh Kudus bekerja. Bagian kita adalah menabur.

Bagaimana membiarkan Roh Kudus bekerja? Pada Kisah 4, Petrus dan Yohanes sedang melakukan pekerjaan Injil. Sebelumnya dalam pasal 3, Petrus mengadakan mujizat kepada orang lumpuh. Petrus dipimpin Roh Kudus menyembuhkan orang lumpuh, kemudian orang itu menari-nari dan bersaksi. Jangan pernah lupa, kita tidak pernah seorang diri. Roh Allah menyertai kita. Jemaat tidak mungkin bertumbuh kalau tidak ada Roh Kudus.

Dalam dunia misi banyak cara Tuhan menyingkapkan diri-Nya. Buku “Sampah Menjadi Persembahan” menceritakan pelayanan di Moro, Filipina bagian Selatan. Daerah ini adalah daerah orang yang miskin, masyaraktnya tidak punya pakaian, dalam lingkungan banyak perjudian, pembunuhan termasuk pembunuhan bayi karena kemiskinan. Tujuh belas tahun didoakan, tidak ada pertobatan. Sampai suatu hari, Ria Zebua, sepasang suami-isteri dari Amerika, dan seorang Filipina melayani suku Manobo. Tuhan ijinkan seorang anak remaja meninggal dunia kemudian Tuhan membangkitkan anak remaja tersebut. Ratusan orang datang kepada Tuhan. Mereka membangun gereja sendiri. Dalam dua tahun mereka sudah mengirim tujuh misionaris. Dalam buku yang lain “Jangan Jamah Hamba Tuhan”, Ria Zebua melakukan pelayanan kepada seorang dukun. Dukun itu ingin mencelakakan dia tatkala Ria Zebua melewati rumahnya. Tapi setiap kali Ria Zebua melewati rumahnya, dukun itu selalu tertidur. Akhirnya dukun itu bertobat.

Cinta Allah luar biasa! Saat penginjilan ada orang yang menolak, ada yang menerima. Saat Petrus memberitakan Injil, pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem, sebuah sidang besar. Petrus kemudian diperiksa, Petrus menjelaskan bahwa Yesus itulah Juruselamat (ayat 12). Mahkama Agama meminta Petrus untuk menghentikan penginjilan. Mahkama Agama justru menjadi batu sandungan.

Jangan jadi orang jadi Kristen Iskut (Iseng-iseng ikut Kristus). Mereka mengikut Yesus tidak dengan sungguh-sungguh. Banyak orang Kristen tidak melakukan PI, yang penting banyak persembahan, banyak orang. Hati-hati gereja yang tidak mengerti rencana Allah. Seorang dosen di Canada berkata: “Hai orang Kristen, waktu Tuhan memilih Bangsa Israel bukan hanya untuk menyelamatkan Israel tetapi melalui Israel Injil diberitakan ke seluruh dunia. Tanggung jawab orang percaya untuk mengabarkan Injil.

Sepertiga dari penduduk dunia belum pernah mendengarkan Injil. Petrus dan Yohanes diminta untuk berhenti memberitakan Injil tapi mereka terus melakukannya. Berbeda dengan kita, belum dilarang sudah malas. Di Indonesia masih ada kebebasan. Di Malaysia penginjilan dapat menyebabkan orang dibawa ke pengadilan.

Tidak ada yang bisa menghentikan pekerjaan Allah. Walaupun ditolak, dianiaya tidak boleh stop, Injil harus sampai ke seluruh dunia. Hudson Taylor mendapatkan perlawanan saat penginjilan di Cina, anak dan isterinya meninggal. Pada tahun 1949 semua misionaris diusir dari Cina, tidak ada kebebasan lagi. Tapi Allah tidak meninggalkan mereka karena banyak orang Cina yang mengabarkan Injil. Pada tahun 2000 ada 26 juta orang Cina yang percaya belum termasuk 40 juta orang dalam gereja bawah tanah.

Kita perlu berdoa bagi misionaris. Kita berada di belakang menjadi pendoa agar mereka tetap tegak berdiri. Kemalasan dan ketidakpedulian bisa menghambat penginjilan. Injil tidak bisa dihentikan. Gus Dur pernah berkata bahwa orang Kristen jangan dianiaya karena mereka justru makin berkembang kalau dianiaya. Di Jepang hanya ada 0,01% orang Kristen. Gereja di sana hanya memiliki jemaat paling banyak 20 orang. Tapi mereka bisa mengirim misionaris. Mungkin kita terlalu nyaman, tanpa penderitaan. Kita jangan menunggu penderitaan datang baru mengabarkan Injil. Petrus, Yohanes dan teman-temannya berdoa saat mereka diancam (ay 29). Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani (ay 31).

PENGINJILAN = PEKERJAAN MANUSIA + PEKERJAAN ROH KUDUS

Baca & Miliki juga file pdfnya disini



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.